TUGAS3 (pembentukan istilah) 1. Definisi istilah. Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu dan memberikan suatu pengertian. 2. Tata istilah dan tata nama. Pasal99 (1) Setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp,00 (satu miliar rupiah) dan KataUlang, adalah kata yang mengalami pengulangan, bisa dalam bentuk asli ataupun perubahan suku kata dan imbuhan, yang mengubah makna kata sebelumnya. 3. Kata Majemuk, adalah gabungan dua kata yang kemudian membentuk makna baru. Jika kata majemuk dipisahkan, kata tersebut akan kembali dengan makna aslinya. Gabunganyang maknanya tidak dapat dikembalikan pada makna unsur-unsurnya, ditulis sebagai bentuk tunggal. Contoh: daripada, barangkali, saputangan, padahal, bilamana, matahari. e. Kata maha dan peri ditulis serangkai dengan kata dasar, tetapi ditulis terpisah dengan kata berimbuhan. Contoh: Mahamurah, Mahakasih, Maha Pemurah, Maha Pengasih . NilaiJawabanSoal/Petunjuk FRASE Gabungan dua kata atau lebih bentuk tidak baku FRASA Gabungan dua kata atau lebih; kelompok kata EURASIA Gabungan dua benua Asia dan Eropa FARSA Gabungan dua kata atau lebih bersifat predikatif DIMER Senyawa yang terjadi dari gabungan dua molekul yang sama SAKAROSA Gula majemuk yang tersusun dari gabungan dua jenis gula sederhana glukosa dan fruktosa PEPTIDA Kim gabungan dua asam amino atau lebih yang dihubungkan oleh ikatan -CO-NH- untuk membentuk protein CATUR Permainan adu strategi oleh dua orang yang dimainkan di atas papan hitam putih SUPERPOSISI Fis dua buah getaran atau lebih yang dapat diimpitgabungkan untuk membentuk satu getaran atau gelombang gabungan yang merupakan kombinasi yang tidak saling berinteraksi ASBUT Istilah yang terjadi dari gabungan dua kata asap dan kabut smog, terjadi pd daerah industri yang berudara kotor dan berhawa dingin mengandung gas-g... GABUNGAN 1 ikatan; 2 himpunan atau perserikatan yang terjadi atas beberapa perkumpulan; 3 Kim a gabungan dua zat atau lebih yang membentuk zat baru; b reaksi ... CAMPURAN 1 adonan, larutan, oplosan, racikan, rampai, ramuan, rancaman, senyawa, sintesis; 2 gado-gado, gabungan, kacukan, kombinasi, komposit, paduan; PRISMA ...alami pembiasaan; - segitiga bentuk tertutup oleh gabungan dua daerah berbentuk segitiga dan tiga daerah berbentuk persegi panjang ... POPULASI 1 seluruh jumlah orang atau penduduk dalam suatu daerah; 2 jumlah orang atau pribadi yang mempunyai ciri-ciri yang sama; 3 jumlah penghuni baik manus... PERMUKAAN ... udaranya; ~ kerucut Mat permukaan yang merupakan gabungan semua garis yang melalui sebuah titik dan memotong sebuah lengkung yang tetap; ~ kerucut li... KATA ...erba bantu; - keterangan à adverbia; - majemuk gabungan dua kata atau lebih yang menyatakan satu pengertian; - nama à nomina; - abstrak à nomin... KAMUS Bausastra, ensiklopedia, glosarium, leksikon, tesaurus, vokabuler; kamus baku, kamus besar, kamus dwibahasa, kamus ekabahasa, kamus elektronik, kamus... FREKUENSI Mat 1 jumlah kejadian yang lengkap atau fungsi muncul dalam suatu waktu; pada bidang elektronik, biasanya mengacu pada banyaknya gelombang yang diula... DWI Dua PADUAN Gabungan TWO Bahasa inggrisnya dua IPDA Inspektur polisi dua DUPLEKS Karton Berlapis Dua FUSI Gabungan; peleburan NI Dua Jepang - Dalam Bahasa Indonesia, kata dasar yang telah mendapatkan imbuhan disebut dengan istilah kata berimbuhan. Adapun dari segi terminologi, pengertian kata berimbuhan adalah kata yang terdiri atas awalan, sisipan, akhiran, gabungan awalan, dan akhiran yang ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Secara umum, dalam Bahasa Indonesia, bentuk kata terdiri atas dua macam, yaitu kata Dasar dan kata bentukan. Mengutip buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia Bentuk dan Pilihan Kata 2014, kata dasar adalah suatu kata yang utuh dan belum mendapatkan imbuhan apa pun. Dalam proses pembentukan kata, kata dasar merupakan kata yang menjadi dasar bagi bentukan kata lain yang lebih luas. Lazimnya, kata dasar juga disebut sebagai bentuk dasar, kata asal, dan ada pula yang menyebutnya dasar kata. Sementara kata bentukan adalah kata yang sudah dibentuk dari kata dasar dengan menambahkan imbuhan tertentu. Sebagaimana kata dasar, kata bentukan juga memiliki banyak sebutan. Salah satunya ialah kata berimbuhan. Meski sudah umum digunakan dalam bahasa tulis maupun lisan, penulisan kata berimbuhan masih sering keliru. Contoh penulisan kata berimbuhan yang keliru terlihat pada kata merubah, merobah, mengetrapkan, mentrapkan, menterapkan, perobahan, pengetrapan, pentrapan, penglepasan, dan pengrusakan. Penggunaan imbuhan di kata-kata tersebut bisa dikatakan keliru karena proses pengimbuhannya tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata robah dan rubah tidak akan ditemukan, kecuali rubah yang berarti binatang sejenis anjing’ Canis vulpes. Kata dasar yang bisa dijumpai dalam kamus adalah ubah, bukan rubah atau robah. Kata dasar ubah jika ditambah dengan awalan meng- maka bentukannya menjadi mengubah. Dengan demikian, imbuhan kata yang baku adalah mengubah, bukan merubah atau merobah. Atas dasar itu, jika kata dasar ubah mendapatkan imbuhan per-…-an, bentukannya menjadi perubahan, bukan perobahan. Kemudian, jika kata dasar ubah memperoleh imbuhan awalan di-, bentukannya menjadi diubah, bukan dirubah atau dirobah. Perincian contoh pemberian imbuhan untuk kata dasar ubah, yang baku dan tidak baku adalah Mengubah baku. Bentuk tidak bakunya, yaitu merubah dan merobah. Diubah baku. Bentuk tidak bakunya, yaitu dirubah dan dirobah. Perubahan baku. Bentuk tidak bakunya, yaitu perobahan. Merujuk kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI, berikut contoh cara penulisan sejumlah jenis kata berimbuhan yang Imbuhan awalan, sisipan, akhiran, gabungan awalan, dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Contohnya adalah berjalan; berkelanjutan; mempermudah; gemetar; lukisan; kemauan; perbaikan. 2. Imbuhan yang diserap dari unsur asing, seperti -isme, -man, -wan, atau -wi, ditulis serangkai dengan bentuk adalah sukuisme; seniman; kamerawan; gerejawi. 3. Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya Contohnya adalah adibusana; infrastruktur; proaktif; aerodinamika. 4. Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang berhuruf awal kapital atau singkatan yang berupa huruf kapital dirangkaikan dengan tanda hubung -. Contohnya adalah non-Indonesia; pan-Afrikanisme; pro-Barat; non-ASEAN; anti-PKI. Kemudian, bentuk maha yang diikuti kata turunan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital. Contohnya adalah Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun Beda halnya dengan, bentuk maha yang diikuti kata dasar yang mengacu kepada nama atau sifat Tuhan, kecuali kata esa, ditulis serangkai. Contohnya adalah Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. Mudah-mudahan Tuhan Yang Mahaesa melindungi kita. - Pendidikan Kontributor Ega KrisnawatiPenulis Ega KrisnawatiEditor Addi M Idhom NilaiJawabanSoal/Petunjuk FRASA Gabungan dua kata atau lebih FARSA Gabungan dua kata atau lebih bersifat predikatif FRASE Gabungan dua kata atau lebih bentuk tidak baku PEPTIDA Kim gabungan dua asam amino atau lebih yang dihubungkan oleh ikatan -CO-NH- untuk membentuk protein SUPERPOSISI Fis dua buah getaran atau lebih yang dapat diimpitgabungkan untuk membentuk satu getaran atau gelombang gabungan yang merupakan kombinasi yang tidak saling berinteraksi GABUNGAN 1 ikatan; 2 himpunan atau perserikatan yang terjadi atas beberapa perkumpulan; 3 Kim a gabungan dua zat atau lebih yang membentuk zat baru; b reaksi ... CAMPURAN 1 adonan, larutan, oplosan, racikan, rampai, ramuan, rancaman, senyawa, sintesis; 2 gado-gado, gabungan, kacukan, kombinasi, komposit, paduan; PRISMA ...alami pembiasaan; - segitiga bentuk tertutup oleh gabungan dua daerah berbentuk segitiga dan tiga daerah berbentuk persegi panjang ... KATA ...erba bantu; - keterangan à adverbia; - majemuk gabungan dua kata atau lebih yang menyatakan satu pengertian; - nama à nomina; - abstrak à nomin... MULTILINGUAL Menguasai lebih dari dua bahasa ALOI Campuran dua jenis logam atau lebih; lakur EURASIA Gabungan dua benua Asia dan Eropa TANDEM Pesawat tempur untuk dua orang, satu di depan sebagai pilot satu di belakangnya JUNIOR Lebih muda DIALOG Karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih INTERKONTINENTAL Bersifat antara dua benua atau lebih DEBAT Adu argumentasi atarau dua pihak atau lebih KUADARIIK Mat berhubungan dengan lebih dari dua variabel KUPLET Bait sajak atau nyanyian yang terdiri atas dua baris atau lebih PERANG Pertempuran besar antara dua pasukan KLIP Alat untuk menyatukan dua lembar kertas atau lebih KONTRAK Perjanjian tertulis antara dua pihak dalam perdagangan ALIANSI Ikatan antara dua negara atau lebih dengan tujuan politik DIMER Senyawa yang terjadi dari gabungan dua molekul yang sama AAA Yang ada di kendaraan, yang jumlahnya lebih dari dua Jakarta Kata baku dan tidak baku adalah dua konsep penting dalam bahasa Indonesia. Pemahaman tentang perbedaan antara kedua jenis kata ini sangat diperlukan, agar komunikasi berjalan secara efektif. Contoh kata baku dan tidak baku perlu disimak dengan baik, agar dapat meningkatkan kualitas komunikasi, serta menjaga konsistensi bahasa. Kata baku mengacu pada kata-kata yang penulisannya mengikuti aturan ejaan yang ditetapkan secara resmi oleh Pusat Bahasa. Aturan ejaan ini mencakup tata cara penulisan, penggunaan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kata serapan. Dengan mengetahui contoh kata baku dan tidak baku, akan menjunjung tinggi martabat bahasa kita. Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Pahami Ciri-cirinya Penggunaan kata tidak baku sendiri, dapat mengganggu pemahaman dan mengurangi kualitas komunikasi. Pentingnya menggunakan kata baku dalam berkomunikasi terletak pada keterbacaan, dan pemahaman yang baik. Ketika kita menggunakan kata baku, tulisan kita dapat dibaca dengan jelas dan dipahami oleh pembaca. Berikut ini contoh kata baku dan tidak baku yang rangkum dari berbagi sumber, Rabu 31/5/2023. Keseruan Jirayut jebolan ajang Dangdut Academy Asia 4 dalam mempelajari Bahasa indonsia. Apa saja yang dipelajarinya kali ini?Kamus Besar Bahasa Indonesia dari jilid I hingga V yang ada di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa 20/12. Fithriansyah1. Ambeien - Ambeyen, puru sembilik; wasir. 2. Andal - Handal, dapat dipercaya. 3. Akhirat - Akherat, alam setelah kehidupan di dunia; alam baka. 4. Aktif - Aktip, giat bekerja, berusaha. 5. Aktivitas - Aktifitas, keaktifan; kegiatan. 6. Advokat -Adpokat, ahli hukum yang berwenang sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. 7. Afdal - Afdol, lebih baik; lebih utama. 8. Abjad Baku - Abjat Tidak Baku, kumpulan huruf aksara berdasarkan urutan yang lazim dalam bahasa tertentu 9. Asas - Azas, dasar sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat. 10. Astronaut - Astronot, awak pesawat ruang angkasa; kosmonaut; antariksawan. 11. Atlet - Atlit, olahragawan, terutama yang mengikuti perlombaan atau pertandingan kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan. 12. Apotek - Apotik, toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat. 13. Batalion - Batalyon, kesatuan tentara yang merupakan bagian dari resimen 300— orang. 14. Blanko - Blangko, formulir cek yang telah ditandatangani oleh penarik tanpa dicantumkan jumlah uang yang harus dibayar. 15. Bus - Bis, kendaraan bermotor angkutan umum yang besar, beroda empat atau lebih, yang dapat memuat penumpang banyak. 16. Baterai - Batere, alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik. 17. Becermin - Bercermin, melihat muka atau diri sendiri dalam cermin air dan sebagainya. 18. Cabai - Cabe, tanaman perdu yang buahnya berbentuk bulat panjang dengan ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecokelat-cokelatan atau hijau tua, berisi banyak biji yang pedas rasanya. 19. Capai - Capek. 20 Esai - Esei, karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. 21. Fondasi - Pondasi, dasar bangunan yang kuat, biasanya terdapat di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan; fundamen. 22. Detergen - Deterjen, bahan pembersih pakaian seperti sabun yang tidak dibuat dari lemak atau soda dan berupa tepung atau cairan. 23. Diagnosis - Diagnosa, penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti memeriksa gejala-gejalanya. 24. Efektif - Efektip, ada efeknya akibatnya, pengaruhnya, kesannya. 25. Efektivitas - Efektifitas, keefektifan. 26. Cedera - Cidera, artinya perselisihan; pertengkaran. 27. Desain - Desaign, kerangka bentuk; rancangan. 28. Detail - Detil, bagian yang kecil-kecil yang sangat terperinci. 29. Ekstrakurikuler - Ekstrakulikuler, berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum. 30. Elite - Elit, orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok. Kata-Kata yang Sering Digunakan 31-60Ilustrasi Membaca Buku Credit Geladi - Gladi, berlatih. 2. Gizi -Giji, zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. 3. Frasa - Frase, gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. 4. Foto - Photo, potret, gambaran. 5. Hektare - Hektar, satuan ukuran luas m2 atau 100 are disingkat ha. 6. Gua - Goa, liang lubang besar pada kaki gunung dan sebagainya. 7. Gubuk - Gubug, rumah kecil biasanya yang kurang baik dan bersifat sementara. 8. Hierarki - Hirarki, urutan tingkatan atau jenjang jabatan pangkat kedudukan. 9. Higienis - Higenis, berkenaan dengan atau sesuai dengan ilmu kesehatan. 10. Ijazah - Ijasah, surat tanda tamat belajar. 11. Isap - Hisap, memasukkan menarik ke dalam dengan kekuatan hawa. 12. Istri - Isteri, wanita perempuan yang telah menikah atau yang bersuami. 13. Ikhlas - Ihlas, bersih hati; tulus hati. 14. Imbau - Himbau, memanggil; menyebut nama orang. 15. Indera - Indra, alat untuk merasa, mencium bau. mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri intuitif. 16. Insaf - Insyaf, sadar akan; mengerti benar akan; yakin benar akan. 17. Karier - Karir, perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya. 18. Kategori - Katagori, bagian dari sistem klasifikasi golongan, jenis pangkat, dan sebagainya. 19. Komplet - Komplit, lengkap; genap; tidak kurang suatu apa 20. Konkret - Konkrit, nyata; benar-benar ada berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya. 21. Legalisasi - Legalisir, pengesahan menurut undang-undang atau hukum. 22. Izin - Ijin, pernyataan mengabulkan tidak melarang dan sebagainya; per-setujuan membolehkan. 23. Intelijen - Intelejen, orang yang bertugas mencari meng-amat-amati seseorang; dinas rahasia. 24. Interogasi - Interograsi, pertanyaan, pemeriksaan terhadap seseorang melalui pertanyaan lisan yang bersistem 25. Jagat - Jagad, bumi; dunia; alam. 26. Jemaah - Jamaah, kumpulan atau rombongan orang beribadah. 27. Jenderal - Jendral, kelompok pangkat perwira tinggi dalam angkatan darat. 28. Lemari - Almari, peti besar tempat menyimpan sesuatu seperti buku, pakaian. 29. Lembap - Lembab, mengandung air tentang hawa dan sebagainya. 30. Makhluk - Mahluk, sesuatu yang dijadikan atau yang diciptakan oleh Tuhan seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan Kata Baku dan Tidak Baku 61- 90Ilustrasi membaca buku, kalimat sanggahan. Photo Copyright by Freepik1. Memerintah - Memperintah, memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu. 2. Penasihat - Penasehat, panitia yang diangkat untuk memberikan nasihat tentang suatu hal. 3. Perajin - Pengrajin, orang yang bersifat rajin. 4. Permukiman - Pemukiman, bagian kota wilayah besar yang khusus digunakan untuk tempat tinggal penduduk. 5. Memesona - Mempesona, sangat menarik perhatian; mengagumkan. 6. Memopulerkan - Mempopulerkan, menjadikan populer. 7. Manajemen - Managemen, penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. 8. Manajer - Manager, orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran. 9. Memerhatikan - Memperhatikan, melihat lama dan teliti; mengamati; menilik. 10. Objek - Obyek, hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan. 11. Objektif - Obyektif, mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. 12. Omzet - Omset, jumlah uang hasil penjualan barang dagangan tertentu selama suatu masa jual. 13. Napas - Nafas, udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan kembali dari paru-paru. 14. Nasihat - Nasehat, ajaran atau pelajaran baik; anjuran petunjuk, peringatan, teguran yang baik. 15. Negeri - Negri, tanah tempat tinggal suatu bangsa. 16. Pembaruan - Pembaharuan, belum pernah ada dilihat sebelumnya. 17. Persentase - Presentase, bagian dari keutuhan yang dinyatakan dengan persen. 18. Perusak - Pengrusak, orang atau alat untuk merusakkan. 19. Praktik - Praktek, pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori. 20. Ramai - Rame, riuh rendah tentang suara, bunyi. 21. Urgen - Urgent, mendesak sekali pelaksanaannya; sangat penting gawat, mendesak, memerlukan tindakan segera. 22. Ustaz - Ustad / Ustadz, guru agama atau guru besar laki-laki. 23. Utang - Hutang, uang yang dipinjam dari orang lain. 24. Sekadar - Sekedar. 25. Sekretaris - Sekertaris, orang pegawai, anggota pengurus yang diserahi pekerjaan tulis-menulis, atau surat-menyurat, dan sebagainya. 26. Rapi - Rapih, baik, teratur, dan bersih; apik. 27. Saksama - Seksama, teliti; cermat. 28. Saraf - syaraf, perubahan kata-kata 29. Teoretis - Teoritis, berdasar pada teori; menurut teori. 30. Terampil - Trampil, cakap dalam menyelesaikan tugas; mampu dan cekatan. Kata-Kata yang Sering Digunakan 91-118Ilustrasi membaca buku, kumpulan majas. Photo created by jcomp on Vila - Villa, rumah mungil di luar kota atau di pegunungan; rumah peristirahatan. 2. Wali Kota - Walikota, kepala kota madya; kepala wilayah kota administratif. 3. Wujud - Ujud, rupa dan bentuk yang dapat diraba. 4. Zamzam - Zam-Zam, mata air di Mekah di Masjidilharam yang muncul pada zaman Nabi Ibrahim. 5. Zaman - Jaman, jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa. 6. Vampir = vampire, tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan. 7. Yogyakarta = jogjakarta, ibu kota daerah istimewa sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. 8. Yudikatif = judikatif, lembaga yang bersifat independen dan terbebas dari intervensi pemerintah. 9. Zig-zag = zigzag, bentuk gerakan lari berkelok. 10. Yudisial= judisial. 11. Judo = yudo, seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. 12. Vanili = vanilli, adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. 13. Varietas = varitas, suatu peringkat taksonomi tumbuhan di bawah jenis/spesies. 14. Yurisdiksi = jurisdiksi, kewenangan bedasarkan hukum. 15. Zamrud = jamrud, batu permata atau batu mulia yang berwarna hijau sampai hijau tua. 16. Zigot = zigote, sel telur yang telah dibuahi atau hasil dari penyatuan sel sperma dan sel telur. 17. Vegetaris = vegetarian, gaya hidup dengan menerapkan pola makan tanpa mengonsumsi makanan yang berasal dari hewani. 18. Vermaken = vermak, vermaks, kata ini merupakan serapan dari kata kerja dalam bahasa Belanda "mengubah pakaian." * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

gabungan dua kata atau lebih bentuk tidak baku